Selasa, 14 Oktober 2008

Tolong Beli Handuk Ini…!!

Dari Abdullah bin Mas'ud Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda,
"Sedekah akan jatuh di tangan Allah, sebelum sedekah itu
di terima oleh tangan peminta" (Al Hadits)

Pagi itu Yudi, -bukan nama asli- sedang menyantap sarapan
pagi bersama istri dan dua orang anaknya. Waktu saat itu
menunjukkan pukul 05.20 WIB. Mereka bergegas menyantap
sarapan. Itulah kebiasaan Yudi sekeluarga setiap hari.
Mereka harus meninggalkan rumah setengah enam pagi kalau
tidak ingin terlambat dalam aktivitas keseharian.

Namun dalam ketergesaan di pagi buta itu, terdengar suara
pintu di ketuk oleh seseorang. Istri Yudi segera berhambur
ke arah pintu depan. Di sana rupanya ada seorang ibu
tetangga rumah beserta anaknya yang datang dengan sebuah
bungkusan.

"Ada apa, ibu?" tanya istri Yudi. "Boleh saya bertemu
dengan pak Yudi?" tanya sang tamu.

Perempuan itu dipersilakan masuk. Ia menunggu di ruang
tamu, sementara Yudi menyelesaikan sarapan.
Usai itu, Yudi datang menyapa. Ia menanyakan ada apa
gerangan. Di sisinya sang istri turut mendengarkan.
Ibu sang tamu kemudian berkata lirih, "Pak Yudi, tolong
beli handuk ini…!"

***
Yudi dan istri saling bertatapan heran. Setahu mereka sang
tetangga ini tidak pernah berjualan. "Sejak kapan sang ibu
ini berjualan handuk?" batin mereka berdua.

Namun mereka berdua merasa aneh, saat mereka membuka
bingkisan yang disodorkan tiada lain adalah sebuah handuk
bukan baru melainkan usang terpakai.

Yudi dan istri terheran. Mereka tidak mengerti apa maksud
sang ibu menawarkan handuk usang. Setelah beberapa saat,
Yudi pun mendapatkan sebuah pertanyaan untuk dilontarkan.
"Kenapa ibu mau jual handuk ini? Tanya Yudi.

"Suami saya sudah beberapa hari gak pulang, Pak! Saya gak
tahu apakah dia kabur karena kawin lagi atau sudah
meninggal di jalan. Biasanya kalau lagi bawa truk ke Jawa,
1 minggu paling lama dia sudah pulang. Sampai sekarang
sudah dua minggu lebih gak ada kabar. Gak ada telpon, sms
atau apapun. Padahal di rumah saya gak punya uang dan
makanan. Sudah 2 hari saya bilang ke anak-anak untuk sabar
menahan lapar. Tapi tadi malam saya sudah gak kuat
mendengar jerit anak-anak saya kelaparan. Tolong beli
handuk ini, Pak…! Saya gak mau mengemis, saya juga gak
berani ngutang. Tolong ya pak…!" ibu tadi menutup
kalimatnya dengan nada memelas.

Yudi dan istri merasa lemas mendengarnya. Keduanya
menghela nafas panjang. Bergegas Yudi dan istri masuk ke
dalam kamar. Mereka tidak kuat mendengar keluhan tetangga.
Namun, celakanya uang yang mereka punya hanya Rp 200 ribu
saja. "Berapa yang pantas untuk diberikan?" gumam mereka
berdua.

Akhirnya Yudi memutuskan untuk memberi uang sejumlah Rp
150 ribu. Padahal sebelumnya sang istri mengingatkan bahwa
tanggal gajian masih seminggu lagi. Dari mana uang untuk
makan dalam beberapa hari tersebut? Yudi menjawab singkat,
"Allah pasti menolong kita!"

Yudi memberikan sejumlah uang di atas kepada tetangganya.
Setelah ibu itu berpamitan, Yudi dan seluruh anggota
keluarga pergi meninggalkan rumah. Rute yang dilalui
adalah; mengantarkan anak-anak ke sekolah, lalu ke tempat
kerja istri dan terakhir menuju kantor.

Yudi dan istri menikmati perjalanan rutin di pagi itu.
Namun ada satu rasa di dalam hati mereka yang tengah
bersemi. KEBAHAGIAAN & KEDAMAIAN, itu yang mereka rasakan.

***

Energi kebaikan itu dirasakan oleh Yudi sepanjang hari.
Senyum terus terkembang di wajahnya. Semua orang yang ia
jumpai selalu menyapanya. Alangkah berkah hari itu Yudi
rasakan.

Pukul 16.00 WIB hari itu usai shalat Ashar, Direktur SDM
di kantornya memanggil Yudi datang ke ruangan. Tak
terlintas di benak Yudi, ada apa gerangan?

Yudi mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk. Setelah
duduk di sebuah kursi di ruang itu, Yudi bertanya ada apa
gerangan ia dipanggil.

Wajah sang direktur terlihat ceria. Beberapa kali senyuman
terulas di wajahnya. Yudi bergumam, ini mungkin menjadi
satu lagi penambah keberkahan hari Yudi.

Setelah berbincang beberapa lama, sang direktur
memberitahukan bahwa tahun ini seperti masa-masa
sebelumnya perusahaan memberangkatkan 1 orang dari pegawai
untuk berangkat ibadah haji. Direktur SDM itu
memberitahukan bahwa pegawai yang beruntung tahun itu
adalah YUDI!!!

Allahu Akbar…., ! tubuh Yudi berguncang hebat. Tak mampu
menahan gemuruh dalam ruang batinnya. Ia pun bersyukur
kepada Allah dan tersungkur sujud. Ia tidak hanya menjabat
tangan sang direktur, saking girangnya ia memeluk tubuh
sang direktur dan ia ucapkan terima kasih berulang kali.

***
Ia kembali ke rumah dengan hati berbunga. Rasanya kali itu
adalah perjalanan pulang ke rumah yang paling indah yang
pernah ia alami. Sambil memegang kemudi mobil,
berkali-kali bulir air mata menetes di pipi Yudi.

"Alangkah murahnya Allah!" hatinya memuji.

Yudi pun tiba di rumah. Setelah mobil diparkir, ia pun
lari berhambur mencari istrinya. Istrinya terheran-heran
melihat gelagat suaminya, kemudia ia pun menanyakan Yudi
apa yang terjadi?

Yudi lalu menceritakan kabar gembira bahwa dirinya akan
berangkat haji tahun ini.

Setelah keduanya merasakan kegembiraan itu, keduanya pun
mengerti bahwa Allah Swt memberikan anugerah yang amat
berharga itu setelah Yudi dan istri memberikan bantuan
kepada seorang ibu tetangga tadi pagi!

Betapa pertolongan Allah amat cepat mendahului bantuan
yang diberikan seorang hamba untuk saudaranya!

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Jadi sedih membacanya....good luck

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu"(QS.Al Baqarah 2:208)
"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu". ( QS. An Nahl 16:92).